aku pulang sebelum perjalanan kita usai,
aku larut jadi sebuah destinasimu,
aku pernah keras dalam mengagumimu,
sampai gila
kamu tidak berkata pergilah aku.
pun tidak berkata untuk kita selesai.
meski aku bukan seorang tunarungu atau tunawicara, aku mengerti isyarat.
memang kamu tak berkata,
tapi kamu berisyarat kalau aku harus sirna
dan bayangku juga harus kabur memudar.
terimakasih untuk penaklukkan singkat itu.
atas itu aku membudak,
atas itu kau diutamakan dibanding-Nya.
atas itu kau diutamakan dibanding-Nya.
terimakasih karena itu aku belajar kalau benar memang sulit dipercaya perkataan manusia meski ia bersumpah ilahi.
berkat itu Tuhan kembali ada di sini,
di balik rusuk berdegup.
jika kamu ingin aku berbalik menujumu,
jangan jadikan aku budak lagi,
tapi buat aku punya rasa kalau aku diinginkan dan disenangi olehmu sampai liang lahat bersampingan.
Kini aku mulai membiasakan tanpa kamu
Meski sebenarnya dari dulu aku harusnya terbiasa
Kenanglah aku sebagai yang pertama untuk kamu
(Jika memang benar aku yang pertama)
Untuk hati ini,
"Selamat belajar berbeda, yang tanpa dia di dalamnya"
Bandung, 26 November 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beri Komentar Postingan ini