Searching...

Kamis, 28 April 2022

Lebam Membiru

Aku harus berhenti ke tepian

Ada beberapa luka yang harus ku jahit terlebih dahulu

Sebelum kemudian aku berkelana kembali

Kembali menjelajah jembatan yang curam dengan kabut di ujungnya

Menapaki jalan bebatuan yang dikelilingi lembah misterius

Sebenarnya aku takut untuk beranjak dari tepian

Aku sudah terlanjur nyaman dengan beberapa hal yang ada disini

Tapi gelap akan memakan masa tua apabila aku terus disini

Aku berdarah dengan lebam membiru

Semua rute yang ada telah membuatku gelisah

Karena rute yang dipilih adalah untuk nasibku selanjutnya

Apakah tentang rute yang pernah aku lalui sebelumnya

Atau tentang rute baru yang sama sekali belum aku jelajahi atau tapaki

Tentu belum ku pilih karena nyaliku masih sebatas arang 

Arang bekas api unggun yang basah terkena hujan

Rapuh dan sulit menyalakan cahayanya

Namun yang pasti ketika siap beranjak dari tepian

Ketika rute telah siap untuk dipilih

Dengan kaki pincang dan kepala penuh memar akan aku paksakan

Untuk tidak mati sebelum gapura itu kutemui secara gamblang


- Beberapa orang yang telah memberikan luka dengan sengaja ataupun tidak, mereka selalu bahagia dengan lebih cepat. Lalu bagaimana dengan orang yang terluka? -

Sabtu, 23 April 2022

Bunga Layu


Malam tuan, bagaimana kabarmu? 

Sudah kau temukan bunga mekar baru? 

Tidakkah kau penasaran dengan kabar dari bunga layu ini? 

Sejak bunga layu ini pertama tumbuh, ia selalu bernaung kepadamu 

Dan dikala kau pergi tuan..

Kelopaknya satu persatu mulai robek tak karuan

Terombang ambing terhempas angin tak terarah 

Bunga layu ini kehilangan gairahnya untuk menari 

Tak pernah sama sekali kutemui bunga layu ini kembali berjingkrak kegirangan

Untuk hal apapun itu

Bahkan sekalinya ia mendapat air segar, ia merasa telah berkhianat

Tentu merasa berkhianat dari tuan yang selama ini menjadi tempat bernaungnya

Bunga ini tumbuh dengan pendewasaan yang tak seharusnya

Ia merasa megah saat bersamamu tuan hawa

Sayangnya kau merawatnya hanya sebentar 

Bahkan tuan pergi meninggalkan jejak tak kasat mata

Tuan, bunga baru mana kini yang kau naungi? 

Kau mungkin sebatas tau bahwa bunga layu ini akan tumbuh dengan lebih indah selepas kepergianmu

Tapi nyatanya tuan pergi meninggalkan ranting yang patah

Tuan pergi menyisakan kelopak yang hanya berwarna kekuningannya saja

Daunnya telah robek juga tuan

Bunga layu ini rindu naunganmu


- Kau mungkin hanya tau bahwa aku sebatas membencimu kini, tapi bahkan ketika aku bersanding dengan siapapun aku selalu merasa telah berkhianat bahkan di atas ketiadaanmu. Pergilah, biar ku rawat luka ini sendiri. Jangan pernah kau temui benih bunga baru yang akan tumbuh nantinya. Tak perlu hadir, titipkanlah saja bunga yang kau janjikan itu -