Searching...

Kamis, 01 Juni 2023

Hanya Sebatas



Matanya seperti mutiara hitam di bawah pantulan matahari

Bibir merah merona tanpa gincu yang membentuk bulan sabit kala tersenyum

Hidung mancung layak kuncup bunga yang segera mekar mengharum

Kamu dengan kesempurnaanmu

Yang sulit aku tapakki keseluruhannya

Sejak awal aku hanya menyentuhmu pada permukaannya saja

Pada dasarnya hanya itu

Sesekali aku tengah memeluk semua itu

Namun seringkali aku bersedih karena pelukanku hanya dapat sekali saja

Ketika hendak memeluk untuk kedua kalinya

Logikaku sudah berjalan

Meratapi kesadaran bahwa kamu terlalu dongeng untuk dunia nyataku

Kamu memang pernah meminta pelukanku sekali lagi

Tapi aku takut terlarut, takut sulit untuk melepaskan kembali

Jika memang ada kali kedua

Mungkin kamu akan jadi salah satu mimpi tengah malam yang selalu dinantikan

Aku hanya bisa sebatas itu agar aku tetap bisa hidup melihatmu

Selasa, 16 Mei 2023

Bunga Mekar


Aku adalah bunga yang berharap kau petik sore itu

Di taman itu kamu menepi berteduh dari terik matahari

Memandangi setiap bunga mekar


Aku adalah bunga yang berharap kau bawa pulang ke rumah

Derap langkahmu pada bebatuan di tepi taman begitu bergemuruh

Menari senang dikelilingi ribuan bunga


Kamu menghampiriku sebagai bunga mekar 

Mencabut akar sampai pada asanya

Menghirup harum sampai kelopaknya lunglai

Ketika usia senja yang layu kini giliranku

Kamu bergumam lelah merawat bunga layu, dihadapan taman dengan penuh bunga

Lantas kamu kembali beranjak mencari bunga mekar baru


Kini bungaku mati

Menolak bertunas dalam waktu tertentu

Ia sengaja istirahat dari kebersentuhan

Taman itu kian bergembira tanpa aku didalamnya


Terimakasih untuk sempat merawatku

Meski dengan pestisida yang mematikan

Dengan begitu aku pernah merasa begitu diinginkan

Minggu, 14 Mei 2023

Merbabu


Gunung merbabu itu tidak pernah hilang dari pandanganku

Begitupun kamu

Meski kabut tengah menghalangi

Aku tetap akan tahu bahwa kamu dan Merbabu itu akan tetap ada

Akan tetap baik-baik saja

Iya kan? 

Kamu tau, kamu dan Merbabu adalah dua dari ribuan hal yang pernah aku tapaki kisahnya

Sayangnya tidak sampai pada puncak

Aku sudah mengalah

Dan maaf untuk itu

Kamu dan Merbabu adalah dua dari ribuan hal yang pernah aku rasakan kepahitannya

Kamu dan kenangan

Merbabu dan hipotermia

Keduanya membuat aku kedinginan dalam satu situasi

Selain dingin, kesepian juga mengetuk untuk bertamu

Aku pun sama tidak mengertinya dengan kamu dan Merbabu

Kalian membuatku jiwaku tertuju

Tapi ketika tujuanku hanya itu, kalian lantas erupsi

Seakan menyeruku untuk tetap pada batasanku 

Padahal yang seharusnya mencipta batasan itu adalah aku

Kalian sama-sama mematikan 

Mungkin aku akan mendaki gunung lain, ketika dingin dari setiap akar tubuhku kian terputus