Searching...

Kamis, 01 Juni 2023

Hanya Sebatas



Matanya seperti mutiara hitam di bawah pantulan matahari

Bibir merah merona tanpa gincu yang membentuk bulan sabit kala tersenyum

Hidung mancung layak kuncup bunga yang segera mekar mengharum

Kamu dengan kesempurnaanmu

Yang sulit aku tapakki keseluruhannya

Sejak awal aku hanya menyentuhmu pada permukaannya saja

Pada dasarnya hanya itu

Sesekali aku tengah memeluk semua itu

Namun seringkali aku bersedih karena pelukanku hanya dapat sekali saja

Ketika hendak memeluk untuk kedua kalinya

Logikaku sudah berjalan

Meratapi kesadaran bahwa kamu terlalu dongeng untuk dunia nyataku

Kamu memang pernah meminta pelukanku sekali lagi

Tapi aku takut terlarut, takut sulit untuk melepaskan kembali

Jika memang ada kali kedua

Mungkin kamu akan jadi salah satu mimpi tengah malam yang selalu dinantikan

Aku hanya bisa sebatas itu agar aku tetap bisa hidup melihatmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beri Komentar Postingan ini