Searching...

Sabtu, 11 Maret 2017

Cerita Fabel "Kucing Kembar dan Seekor Ular"

Nah sebelumnya, Apasih Fabel itu? Fabel adalah Cerita pendek berupa dongeng yang menggambarkan watak dan budi pekerti manusia yang diibaratkan pada binatang. Karakter-karakter yang terdapat pada binatang tersebut dianggap mewakili karakter-karakter manusia dan diceritakan mampu berbicara dan bertidak seperti halnya manusia.


Jadi intinya, fabel itu merupakan cerita yang menggambarkan kehidupan hewan sama seperti layaknya kehidupan manusia manusia. 


Contoh Fabel



Kucing Kembar dan Seekor Ular



      Disuatu hari, didalam perkebunan tua milik seorang petani hiduplah suatu keluarga kucing yang sangat lucu. Ibu kucing bersama Kedua anak kembarnya yang bernama Bubu dan Dudu. Bersyukur ibunya memiliki dua orang anak yang sangat baik.

      Pada suatu waktu, Bubu dan Dudu sangat ingin sekali pergi bermain diluar rumah. Tetapi ibunya tidak mengizinkan, "Bu" ucap Bubu dengan nada manja kepada ibunya. "Ada apa Bubu?" jawab ibunya dengan tersenyum. "Bolehkah aku main diluar rumah bersama Dudu?" tanya Bubu dengan ragu. "Iya bu, kita mainnya tidak kemana-mana hanya diluar rumah saja" lanjut Dudu membujuk. Dudu dan Bubu tidak henti membujuk ibunya.
"Hmm.. Baiklah kalau kalian memaksa. Tapi ingat pesan ibu. Jangan main terlalu jauh" Ibunya mengizinkan tidak lupa memberi peringatan.

      Akhirnya Dudu dan Bubu pun pergi keluar rumah untuk bermain bersama. Mereka bersenang-senang berdua direrumputan dekat rumahnya. Lalu bermain kejar-kejaran dengan canda tawa yang terpasang diwajah mereka masing-masing.

     "Hei Du! Tunggu! Aku lelah! Istirahatlah dulu" ucap Bubu sambil menghembuskan nafas lelah karena berlari. Dudu pun berhenti berlari ketika mendengar seruan saudaranya. Ia menghampiri Bubu yang sedang duduk kelelahan. "Kamu baik-baik saja?" tanya Dudu khawatir. "Ya tenang saja aku hanya lelah" Bubu tersenyum.

     Ketika mereka sedang duduk karena kelelahan, mereka baru sadar kalau mereka telah bermain terlalu jauh dari rumah. Mereka pun hendak kembali kerumah mereka. Pada saat baru saja ingin pergi, Bubu mendengar sesuatu dari arah kiri mereka. Tepatnya di daerah sumur kering Pak Petani. 

    "Du, apa kamu mendengar sesuatu?" tanya Bubu ketakutan. "Iya aku mendengar sesuatu dari arah sumur itu Bu" jawab Dudu menunjuk kearah Sumur. "Aku takut Dudu. Ini sudah menjelang Sore kita harus segera pulang. Lebih baik ayo kita pulang" Ajak Bubu dengan menarik tangan Dudu. Merekapun mulai melangkah dengan pelan. 

     Tiba-tiba, "Hai anak mu..dddaa" seseorang berkata dari arah sumur tadi. Seketika Bubu dan Dudu pun berhenti melangkah dan saling melirik satu sama lain. "Apa kalian mendengarkanku?" ucap lagi seseorang itu. "Jika kau mendengarkanku, mendekatlah kesini.. Ke su.. Mmmur kering iniii" 

     Mereka berdua pun mendekat, meskipun takut. "Bubu aku takut" Dudu berbisik. "Akupun" balas Bubu. Dan ketika mereka sudah berada didekat sumur itu mereka melihat seekor ulat berada di dalam sumur kering itu. Ular itu terlihat kurus. 

    "Akhirnya ada seseorang menghampiriku kemari" ucap Ular itu. Rupanya Ular tua yang sedari tadi berbicara kepada Bubu dan Dudu. Saat Bubu dan Dudu melihat Ular itu, mereka hendak berlari karena ketakutan tapi ular itu berkata lagi, "Hey! Tunggu! Jangan tinggalkan aku! Aku percaya bahwa kalian itu sepasang anak yang baik yang bisa menolongku untuk pergi dari sumur ini" teriak Ular tua itu. 

    Lagi-lagi langkah Bubu dan Dudu terhenti. "Bagaimana kalau kita menolongnya saja?" tanya Bubu. "Tapi diakan Ular. Dia bisa saja memakan kita. Apalagi dia pasti sedang kelaparan." balas Dudu memasang wajah cemas. "Sudah, kita tolong saja.. Aku yakin ular itu tidak akan memakan kita. Maksud kita kan membantu" 

    Bubu dan Dudu pun mendekat kesumur itu lagi. Bubu yang sudah berada dimulut sumur tiba-tiba menjatuhkan dirinya kedalam sumur. "Bubu! Apa yang kamu lakukan!?" teriak Dudu. "Ikuti aku! Turunlah setelah itu aku akan memberi penjelasan kepadamu" perintah Bubu. Akhirnya Dudu pun menjatuhkan dirinya juga kedalam sumur itu. Saat mereka berdua telah ada didalam sumur itu bersama dengan seekor ular tadi, bubu hendak menjelaskan semua rencananya untuk menolong Ular itu.

    "Dudu, teruslah bersuara tanpa henti dari sekarang sampai sekiranya petani itu datang kemari atau sampai ibu kita datang mencari kita. Dengan itu kita bisa ditolong petani itu untuk kembali keatas. Begitu juga denganmu wahai Kakek Ular" ucap Bubu dengan jelas. Dudu dan Ular itupun mengangguk. Kucing kembar itupun mulai mengeong tanpa henti.

    Matahari sudah mulai terbenam. Akhirnya Ibu mereka datang dan berteriak-teriak cemas melihat mereka ada didalam sumur dengan seekor ular. Ibunya pun ikut mengeong dengan lebih keras memberi isyarat kepada petani untuk meminta bantuan. Beberapa menit mereka lalui, Akhirnya petani itu datang memasang wajah penasaran. Petani itupun melihat kedalam sumur dan ia terkejut saat melihat mereka. 

     Petani itu Akhirnya mengambil jaring untuk mengambil dua anak kucing kembar itu begitu juga dengan ular tua itu. Tetapi, petani itu hendak mengembalikan ular itu kedalam hutan, ketempat asalnya. "Terimakasih, Semoga kebaikan kalian terbalaskan. Jadilah anak baik selalu" ucal Ular itu saat hendak dibawa petani kedalam Hutan. Setelah kembalinya Bubu dan Dudu kerumahnya, mereka meminta maaf pada ibunya. "Tidak apa-apa nak, asal kalian selamat. Tapi jangan mengulangi lagi ya kesalahan kalian. Dibalik itu ibu bangga pada Bubu dan Dudu".

Ya teman! Sekian Fabel diatas Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beri Komentar Postingan ini