Searching...

Kamis, 06 Oktober 2022

Sebilah Pisau




Manusia mana yang tidak dapat terbujuk denganmu? 
Aku saja yang bisa jatuh denganmu

Sedalam itu

Tapi sayangnya tidak lebih dari seminggu, semua sudah tuntas

Begitu saja

Lalu aku harus bagaimana? 

Harus kuapakan keterlanjuran ini? 

Apakah harus kupaksa mati? Lagi? 

Kamu kira ini mudah? 

Sudah kesekian kalinya hal ini dipaksa mati

Lama-lama bukan hanya saja hati, tapi jiwaku pun ikut mati bersamanya

Dan kamu mungkin tidak akan mengira, bahwa aku hampir saja rela memberikan semuanya padamu

Semuanya

Aku seperti terhipnotis oleh semua hal di depan mataku

Aku mengira itu adalah mawar indah, maka ku genggam erat

Tapi setelah memejam dan membuka mata kesekian kali, kulit jariku telah robek dan tulangnya terlihat

Yang aku genggam adalah sebilah pisau tajam baru terasah

Semua darah itu menetes tapi tak satupun yang menahan alirannya

Termasuk aku

Biar adanya kehabisan darah

Biar tidak hanya haus akan kasih sayang, tetapi juga haus akan hidup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beri Komentar Postingan ini