Manusia mana yang tidak dapat terbujuk denganmu?
Aku saja yang bisa jatuh denganmu
Sedalam itu
Tapi sayangnya tidak lebih dari seminggu, semua sudah tuntas
Begitu saja
Lalu aku harus bagaimana?
Harus kuapakan keterlanjuran ini?
Apakah harus kupaksa mati? Lagi?
Kamu kira ini mudah?
Sudah kesekian kalinya hal ini dipaksa mati
Lama-lama bukan hanya saja hati, tapi jiwaku pun ikut mati bersamanya
Dan kamu mungkin tidak akan mengira, bahwa aku hampir saja rela memberikan semuanya padamu
Semuanya
Aku seperti terhipnotis oleh semua hal di depan mataku
Aku mengira itu adalah mawar indah, maka ku genggam erat
Tapi setelah memejam dan membuka mata kesekian kali, kulit jariku telah robek dan tulangnya terlihat
Yang aku genggam adalah sebilah pisau tajam baru terasah
Semua darah itu menetes tapi tak satupun yang menahan alirannya
Termasuk aku
Biar adanya kehabisan darah
Biar tidak hanya haus akan kasih sayang, tetapi juga haus akan hidup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beri Komentar Postingan ini