Bandung dan Dia
Sejak awal
Saat aku ada dibandung
Bandung terlihat monoton
Waktu berjalan dengan membosankan
Tanpa jeda seperti cambuk penderitaan
Setiap saatnya tanpa aura bahagia..
Monoton sekali..
Bahkan selalu setiap detiknya
Hingga akhirnya..
Dia datang melangkah dengan gayanya
Melangkah dengan senyum..
Angin seakan berhembus lebih semangat
Waktu seakan memiliki jeda untuk lebih lambat layaknya film film
Dia menatap kearahku..
Oh Tuhan..
M.A.W Brouwer perkatannya kini aku percaya..
Bumi Pasundan diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum..
Bandung kini telah berbeda
Sejak aku lihat dia.
Dia yang memiliki ciri khas senyum yang unik.
Bandung kini punya warna yang sulit terjelaskan oleh kata..
Sejak dia tersenyum..
Cinta..
Ya aku cinta Bandung dan Dia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beri Komentar Postingan ini